Bolki Translate

Selamat Membaca Postingan Dibawah Ini,Postingan Ini Dambil Dari Berbagai Sumber,Semoga Bisa Membantu Dan Menjadi Ladang Ilmu Demi Mencerdaskan Anak Bangsa

Senin, 17 Oktober 2011

Kandungan Surah Al-Kafirun (109) Ayat 1-6


Keyakinan terhadap suatu agama merupakan hak asasi seseorang yang didasari adanya kesadaran dan tidak bersifat pemaksaan. Sebagaimana diketahui dalam kehidupan berbangsa di Indonesia, terdapar lebih dari lima jenis agama yang dianut masyarakat. Hal ini mengharuskan setiap orang mau menerima adanya perbedaan tersebut.
Jika seseorang atau segolongan amat tidak menerima orang atau umat lain, akan tercipta suatu kondisi yang kacau. Kondisi ini sangat tidak sejalan dengan ajaran semua agama yang selalu mengajarkan kebajikan. Bagaimanakah sikap Anda menghadapi perbedaan keyakinan agama yang ada di lingkungan Anda?
Surah al-Kafirim [109] ayat 1-6 mengandung ajaran tentang cara bersikap menghadapi perbedaan keyakinan beragama. Hal ini telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw. saat menghadapi kaum musyrikin Quraisy. Sebagaimana dipahami, Rasulullah selalu mendakwahkan kebenaran ajaran yang dibawanya, yaitu Islam. Namun, jika ada orang atau pihak yang menolak atau mengecam ajaran beliau, yang dilakukan pertama kali adalah mendoakan orang-orang yang menolaknya.
Selain itu, saat ada pihak yang ingin mencampuradukan keyakinan suatu agama sehingga menjadi samar, beliau menolaknya. Hal ini menunjukkan bahwa konsep kebenaran hakiki hanya satu, kebenaran dari Tuhan, yaitu Allah SWT.
Dalam aplikasinya antarmanusia atau kelompok tertentu, memiliki penafsiran berbeda terhadap kebenaran.
Dengan demikian, setiap orang yang telah meyakini kebenaran suatu ajaran tidak serta merta dapat menyalahkan orang lain yang berbeda pemahaman. Tindakan yang paling tepat adalah menyampaikan konsep kebenaran yang dipahami dengan konsep dakwah, di antaranya melalui dialog.
Dengan adanya perbedaan, setiap orang harus mempunyai sikap tasamuh (toleransi) terhadap orang lain. Toleransi sangat dibutuhkan untuk menjaga hubungan baik antarsesama demi terciptanya persahabatan, persaudaraan, dan persatuan masyarakat.
Sikap toleran juga dapat memberi peluang terhadap adanya dialog antarorang yang memiliki perbedaan pemahaman untuk menemukan persamaan. Persamaan yang dimaksud adalah persamaan prinsip, di antaranya penyembahan terhadap Tuhan yang sama. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt, dalam Surah Ali-Imran [3] ayat 64, yang artinya:
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marifah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak menjanjikan satu sama lain tuhan-tuhan Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”

Pengunjung PT. Bolki Garden

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More